Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 September 2014
Dua ilmuwan Jerman Mengaku Berhasil Membuktikan Tuhan itu Ada Secara ilmiah

Dua ilmuwan Jerman mengaku berhasil membuktikan secara ilmiah bahwa Tuhan itu ada.
Kedua ilmuwan, Christoph Benzmüller dari Berlin Free University dan rekannya Bruno Woltzenlogel Paleo dari Technical University, Wina, telah berhasil membuktikan dalil keberadaan Tuhan yang sebelumnya telah dipopulerkan matematikawan Austria, Kurt Godel, dengan menggunakan komputer Macbook.
Dilansir Der Spiegel, Jumat 1 November 2013, Godel yang meninggal dunia pada 1978 meninggalkan dalil yang didasarkan pada prinsip logika modal. Ia berteori, bahwa entitas yang lebih tinggi dari mahluk haruslah ada.
Secara prinsip, kata Godel, karena Tuhan ada dalam pemahaman manusia maka menurut dia harus bisa dibuktikan keberadaannya.
Setelah menganalisis dalil Godel dalam tingkat matematika, kedua ilmuwan Jerman itu menunjukkan bukti bahwa dalil Godel adalah benar, setidaknya dalam tingkat pemahaman matematika.
"Ini benar-benar menakjubkan bahwa dari argumen Godel semua hal dapat dibuktikan secara otomatis dalam beberapa detik bahkan kurang, hanya menggunakan sebuah notebook standar," jelas Benzmuller.
Dia mengakui, untuk memproyeksikan dalil Godel itu memang sulit. Tapi dengan diserahkan pada bantuan komputer, sedikit-sedikit bisa menerangkan dalil Godel.
Dalam paper keduanya, Benzmuller dan Paleo menggunakan sebuah program sub bidang pembuktian penalaranan otomatis (automated theorem proving/ATP) dengan komputer.
Keduanya membuktikan beberapa dalil dan aksioma dibuktikan dengan beberapa program pembuktian seperti THF TPTP, Nitpick, LEO-II dan Satallax, program pembantu pembuktian seperti Coq, Isabelle.
Benzmuller berharap pembuktiannya ini bisa membantu menarik perhatian publik untuk menggunakan metode yang ia gunakan.
"Saya tidak tahu apakah cara ini akan menyedot perhatian besar publik atau tidak, tapi bukti ontologis Godel adalah contoh yang lebih baik dari sesuatu yang diakses dalam matematika atau kecerdasan buatan," tambah dia.
Dia mengatakan, sejatinya banyak ilmuwan yang bekerja pada bidang
yang sama dengannya. Bahwa penggunaan komputer dapat mengurangi beban matematika bukan hal yang baru meski hal itu tidak diterima oleh semua bidang.
Dan, pembuktian dalil Godel tentu bukan dalam rangka mengalahkan kaum atheis atau memenangkan kaum beragama. Temuan ini hanyalah sebatas pembuktian ilmu pengetahuan. "Bagaimanapun, semuanya kembali ke keyakinan masing-masing," kata Benzmuller.
Kedua ilmuwan, Christoph Benzmüller dari Berlin Free University dan rekannya Bruno Woltzenlogel Paleo dari Technical University, Wina, telah berhasil membuktikan dalil keberadaan Tuhan yang sebelumnya telah dipopulerkan matematikawan Austria, Kurt Godel, dengan menggunakan komputer Macbook.
Dilansir Der Spiegel, Jumat 1 November 2013, Godel yang meninggal dunia pada 1978 meninggalkan dalil yang didasarkan pada prinsip logika modal. Ia berteori, bahwa entitas yang lebih tinggi dari mahluk haruslah ada.
Secara prinsip, kata Godel, karena Tuhan ada dalam pemahaman manusia maka menurut dia harus bisa dibuktikan keberadaannya.
Setelah menganalisis dalil Godel dalam tingkat matematika, kedua ilmuwan Jerman itu menunjukkan bukti bahwa dalil Godel adalah benar, setidaknya dalam tingkat pemahaman matematika.
"Ini benar-benar menakjubkan bahwa dari argumen Godel semua hal dapat dibuktikan secara otomatis dalam beberapa detik bahkan kurang, hanya menggunakan sebuah notebook standar," jelas Benzmuller.
Dia mengakui, untuk memproyeksikan dalil Godel itu memang sulit. Tapi dengan diserahkan pada bantuan komputer, sedikit-sedikit bisa menerangkan dalil Godel.
Dalam paper keduanya, Benzmuller dan Paleo menggunakan sebuah program sub bidang pembuktian penalaranan otomatis (automated theorem proving/ATP) dengan komputer.
Keduanya membuktikan beberapa dalil dan aksioma dibuktikan dengan beberapa program pembuktian seperti THF TPTP, Nitpick, LEO-II dan Satallax, program pembantu pembuktian seperti Coq, Isabelle.
Benzmuller berharap pembuktiannya ini bisa membantu menarik perhatian publik untuk menggunakan metode yang ia gunakan.
"Saya tidak tahu apakah cara ini akan menyedot perhatian besar publik atau tidak, tapi bukti ontologis Godel adalah contoh yang lebih baik dari sesuatu yang diakses dalam matematika atau kecerdasan buatan," tambah dia.
Dia mengatakan, sejatinya banyak ilmuwan yang bekerja pada bidang
yang sama dengannya. Bahwa penggunaan komputer dapat mengurangi beban matematika bukan hal yang baru meski hal itu tidak diterima oleh semua bidang.
Dan, pembuktian dalil Godel tentu bukan dalam rangka mengalahkan kaum atheis atau memenangkan kaum beragama. Temuan ini hanyalah sebatas pembuktian ilmu pengetahuan. "Bagaimanapun, semuanya kembali ke keyakinan masing-masing," kata Benzmuller.
source
Minggu, 16 Maret 2014
Ketika Tuhan menciptakan wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?"
Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub,
"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"
Tuhan menjawab,
"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."
"Untuk apa?", tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA, DIA SERING LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA..."
Sumber : kaskus.us
Langganan:
Postingan (Atom)